Permasalahan-Permasalahan Ternak Murai Batu Dan Solusinya
artikel Produk

Permasalahan-Permasalahan Ternak Murai Batu Dan Solusinya Oleh : drh. Budi Purwo Widiarso, M.P

Permasalahan-Permasalahan Ternak Murai Batu Dan Solusinya

Sepanjang tahun 2020 di masa pandemik covid-19 tren burung kicau semakin meningkat. Burung yang nge-tren dipelihara adalah murai batu, kenari dan  lovebird yang sama-sama mempunyai prospek bisnis paling cerah. Namun bagi para penggemar burung besar seperti beternak murai batu memang sangat prospektif dan menjanjikan bagi para kicau mania. Harga jual anakan yang relatif lebih tinggi dari lovebird dan kenari, serta tidak bersifat musiman.

Setiap usaha beternak burung murai untuk memperoleh rezeki, selalu  ada  berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi. Hal ini  sebabnya, mental bisnis menjadi sangat penting dan harus disiapkan jauh sebelum memutuskan untuk beternak murai. Namun demikian tidak hanya mental bisnis saja yang dipupuk, tapi manajemen pemeliharaannya. Ada banyak sekali gangguan dan kendala dalam memanajemen pemeliharaan pada ternak murai batu yang akan ditemui.

Ada beberapa hal gangguan dan kendala yang sering muncul ketika beternak murai batu, antara lain :

  1. Pemberian Pakan

Pakan berkualitas adalah pakan yang memiliki kandungan nutrisi lengkap, mulai dari karbohidrat, energi metabolisme, protein, lemak, serat kadar, vitamin dan mineral dalam jumlah cukup dan serasi. Makanan utama murai batu, sesuai dengan kebiasaannya di alam bebas, yaitu serangga dan cacing tanah. Serangga yang biasa diberikan antara lain: jangkrik, telur semut rangrang alias kroto, ulat hongkong, dan ulat kandang.  Usahakan serangga selalu tersedia setiap hari, lebih baik 2-3 jenis serangga. Namun, bukan tidak mungkin ada kalanya kesulitan mendapatkan serangga.

Sekarang voer sudah menjadi menu wajib, disandingkan dengan serangga yang posisinya malah digeser sebagai makanan tambahan. Permasalahan yang lain adalah kelengkapan gizi yang kurang sehingga perlu dikombinasi suplemen dari luar. Suplemen probiotik seperti Biojanna 6 for bird sangatlah penting untuk melengkapi nutrisi pada burung murai batu. Hanya dengan 5 tetes tiap 100 ml air minum, mampu meningkatkan metabolism, dan burung murai menjadi lebih “fighter” dan “gacor”. Pemberian pakan hendaknya dalam jumlah cukup saja, jangan berlebih karena akan dibuang percuma, apalagi kekurangan yang berdampak malnutrisi pada burung murai batu.

  1. Obat Dan Suplemen Burung murai Penangkaran

Sebenarnya voer dan serangga memiliki kandungan nutrisi lengkap, kecuali vitamin dan mineral. Kebutuhan vitamin dan mineral pada murai batu sangat sedikit, namun seringkali tidak terpenuhi dalam bahan pakan utama, karena vitamin dan mineral beragam jenisnya,. Defisiensi dan pada satu jenis vitamin/mineral saja bisa mengganggu kesehatan burung murai. Sebagai solusinya peternak perlu menyediakan multivitamin seperti viagaro dan Biojanna 6 for bird.

 

Produk-produk tersebut untuk mengatasi burung murai yang sulit dijodohkan, rendahnya birahi sehingga tidak mampu mengawini atau dikawini, meningkatkan fertilitas dan daya tetas telur, serta meningkatkan kesehatan piyik murai batu yang baru menetas. Idealnya, obat-obatan burung murai juga perlu disediakan. Sebagaimana manusia yang tak pernah bisa tahu kondisi burung murai kedepannya.

  1. Kesiapan Calon Induk Jantan Dan Betina

Apabila kandang merupakan rumah bagi burung murai, maka induk adalah mesin produksi yang akan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Baik indukan jantan/betina atau anakan semuanya mempunyai pangsa pasar masing-masing. Seringkali banyak permasalahan muncul pada saat perawatannya. Perlu perhatian penuh pada perawatan awal terlebih lagi sebagai penangkar dan bagaimana perawatan selanjutnya di tangan pelanggan/pembeli selaku pemilik burung murai. Terpenting pula adalah cara memilih indukan baik jantan atau betina.

1. Cara Memilih Pejantan Yang Baik

  • Burung murai dalam kondisi sehat, tidak cacat fisik pada kaki, sayap, kepala, atau bagian tubuh lainnya. Beberapa tanda burung murai sehat yang mudah diamati adalah lincah (aktif bergerak) alias tidak nyekukur terus, serta bulu-bulunya tumbuh sempurna, bersih dan tidak kusam.
  • Induk jantan sudah berusia 2 tahun atau lebih sehingga sel spermanya benar-benar matang.
  • Memilih burung murai yang sudah jinak, tidak galak, atau tidak takut dengan kehadiran manusia sangat dianjurkan membeli calon induk dari hasil penangkaran, bukan hasil tangkapan alam. Calon induk hasil tangkaran umumnya lebih jinak, sehingga memudahkan Anda dalam mengawali usaha penangkaran murai batu.
  • Volume suaranya keras jika memungkinkan, pilih juga burung murai yang memiliki banyak variasi lagu. Tapi jika tidak pun tak apa-apa. Bukankah tujuan kita untuk mengembangbiakkannya, bukan menjadikannya burung murai juara? Tugas mencetak burung murai juara menjadi domain para kicau mania yang memiliki murai batu. Volume suara terkait dengan faktor genetik (keturunan), tetapi variasi lagu lebih terkait dengan faktor perawatan, khususnya program pemasteran dan perlakuan pakan.

 

Berkaitan dengan “katuranggan”, Katuranggan boleh saja dijadikan pedoman awal. Namun bukanlah segalanya dalam kontes suara, yang lebih penting adalah bagaimana performa suara burung murai. Performa volume dan irama sangat ditentukan oleh faktor genetik, sedangkan variasi lagu lebih ditentukan faktor perawatan (terutama pemasteran dan perlakuan pakan).

2. Memilih Induk Betina

  • Induk betina berumur 1 tahun atau lebih, sehingga organ reproduksinya benar-benar matang
  • Memilih calon induk betina yang sudah jinak, tidak galak, atau tidak takut dengan manusia.
  • Burung murai dalam kondisi sehat, dan tidak memiliki cacat fisik, baik pada kaki, sayap, kepala, dan bagian tubuh lainnya.

 

Kunci sukses dalam beternak murai batu terletak pada indukan betina. Untuk menghasilkan anakan murai batu jantan berkualitas, 70-80% ditentukan oleh induk betina dan 20-30% oleh induk jantan. Artinya, anakan jantan akan lebih banyak mewarisi sifat-sifat dari induk betina daripada induk jantan. Anakan jantan akan mewarisi  80% dasar suara yang dimiliki induk betina, bahkan mewarisi 90% irama suara yang dimiliki ibunya.

Bagaimana induk betina bisa memiliki kualitas yang bagus berasal dari ayahnya. Dari mana ayahnya bisa memiliki kualitas yang bagus berasal dari ibunya juga, alias nenek dari induk betina tadi. Begitu seterusnya, karena dalam dunia peternakan termasuk unggas berlaku model pewarisan gen yang disebut criss-cross inheritance: pola di mana sebagian besar sifat genetik induk betina akan menurun kepada anaknya yang jantan, dan sebagian besar sifat genetik induk jantan akan menurun kepada anaknya yang betina.

Model criss-cross inheritance ini pula yang menjadi acuan para peternak murai, apapun jenisnya, untuk melakukan perbaikan mutu genetik melalui sistem grading-up, line-breeding, inbreeding, cross-breeding (perkawinan silang), dan sebagainya.

  1. Gangguan Produksi Telur

Gangguan dan kendala produksi telur dapat disebabkan antara lain seperti :

  • Indukan Masih Terlalu Muda Umur

Seringnya kasus telur kosong (infertil) antara lain disebabkan organ reproduksi belum matang, meski murai batu betina sudah mencapai umur dewasa kelamin rata-rata pada umur 6-7 bulan. Umur dewasa kelamin adalah masa di mana burung murai betina untuk kali pertama bisa bertelur.

Faktor lain adanya atropi ovarium karena nutrisi yang kurang memenuhi syarat untuk bereproduksi. Masalah yang lain adalah indukan memasuki masa birahi terlalu cepat setelah proses bertelur terjadi, sehingga terjadinya kegagalan produksi telur.

  • Adanya Predator Pengganggu

Predator pengganggu seperti tikus, cicak, semut, nyamuk, tokek, kadal, dan bunglon yang lalu lalang di sekitar kandang. Predator ini membuat indukan betina sering mematikan telurnya sendiri.

  • Tempat Bertelur Kurang Nyaman

Tempat mengeram yang kurang nyaman mempengaruhi persentase telur menetas.

  • Sarang Terlalu Panas

Sarang ini bisa menyebabkan indukan sering pergi pergi dan tidak konsentrasi untuk mengerami telurnya.

  • Sarang Terkena Kutu/Hama Lain

Adanya kutu atau hama lain menyebabkan indukan juga tidak merasa nyaman mengeramnya.

  • Indukan Kurang Kalsium Dan Gizi

Hal ini menyebabkan kualitas telur yang mau ditetaskan menjadi berkurang.

  • Suhu Udara Yang Berubah Ubah

Perubahan suhu mempercepat masa mabung burung murai.

  • Murai Batu Jantan Lebih Dominan Daripada Betina

  • Suasana Kandang Ternak Murai Ramai.

  • Lokasi Kandang Di Bawah Sinar Matahari.

Menyebabkan burung murai batu merasa kepanasan dan menjadi tidak betah untuk mengerami. Solusinya pindahkan lokasi kandang yang tidak langsung di bawah sinar matahari.

  1. Konstruksi kandang

 

Kandang sebagai rumah bagi burung murai, terlindung dari panas sinar matahari, terlindung dari air hujan seperti sekarang, Karena itu, kandang yang ideal harus memenuhi beberapa syarat di bawah ini:

 

  • Memperoleh sinar matahari yang cukup, karena sinar matahari mengandung provitamin D yang baik untuk kesehatan burung murai. Meski demikian, burung murai tetap memiliki pilihan untuk berteduh (termasuk saat hujan). Anda bisa membuat atap 2/3 terbuka (ditutup kawat strimin) dan 1/3 tertutup.

 

  • Kandang diusahakan terlindung dari embusan angin yang terlalu kencang, karena mudah membuat murai batu

 

  • Adanya tangkringan yang kuat, dalam beberapa ukuran dan diletakkan di beberapa posisi

 

  • Menyediakan wadah sarang. Pada tahap awal, sediakan sedikitnya 2-3 model. Misalnya kotak sarang A (ukuran 25 cm x 20 cm – tinggi 20 cm), kotak sarang B (20 cm x 15 cm – tinggi 15 cm), dan kotak sarang C (15 cm x 15 cm – tinggi 15 cm). Sangkar bisa digantung langsung di dinding kandang, bisa juga diletakkan di atas tatakan yang ditempelkan ke kandang. Penyediaan minimal 2-3 model ini untuk memberi kesempatakan murai batu untuk memilih sarang yang lebih disukainya. Penting diingat, ketika burung murai menyukai sesuatu daripada yang lainnya, ia merasa jauh lebih nyaman daripada ketika dipaksa harus menerima satu pilihan. Pastikan kotak sarang terbebas dari binatang pengganggu seperti semut, tikus, kucing, musang dan lain-lain. Semut, karena ukurannya sangat kecil, paling mudah masuk dalam kandang jenis apapun. Karena itu, perlu antisipasi sejak awal.

 

  • Pasir disediakan yang dicampur dengan sedikit kapur di dasar / lantai kandang, untuk mengontrol kotoran burung murai. Kalau bisa gunakan pasir dengan ketinggian 5-10 cm.Sebelum digunakan, sebaiknya pasir dijemur dulu selama sehari penuh untuk membebaskannya dari bakteri, jamur, dan parasit lainnya. Saat menjemur, lakukan beberapa kali pembalikan agar pasir steril secara merata.Sebagian penangkar juga menggunakan lembaran kertas koran sebagai alas kandang. Ini boleh-boleh saja, tetapi Anda mesti rajin menggantinya setiap hari.

 

  • Bak atau wadah untuk mandi burung murai selalu tersedia. Bak mandi harus sering dikontrol kebersihannya. Idealnya, pagi (06.30 – 07.00) diisi dengan air bersih, siang (11.00 – 12.00) diganti dan diisi dengan air baru, begitu pula sore hari sekitar pukul 15.00 – 15.30 diisi dan diganti dengan air baru.

 

  • Pemasangan lampu 5-10 Watt untuk penerangan di malam hari, atau dinyalakan pada siang hari ketika kondisi hujan.

 

  1. Recording

Recording adalah pencatatan semua data yang terkait dalam penangkaran. Hal utama yang mesti dicatat adalah data mengenai induk jantan dan betina (kalau ada, asal-usulnya, dibeli dari bird farm mana, dst), tanggal penjodohan, tanggal peneluran, tanggal menetasnya piyikan, dan sebagainya. Setelah itu, perlu membuat catatan untuk setiap piyikan sejak menetas, kalau perlu setiap piyikan langsung dikasih nama. Catatan ini mencakup tanggal menetas, siapa bapak dan ibunya, tanggal disapih, tanggal diloloh (kalau Anda menggunakan model handfeeding), dimasukkan ke kandang nomor berapa setelah muda, dan sebagainya.

 

Dengan catatan yang rapi seperti ini mempermudah berkomunikasi secara lebih baik dengan pelanggan atau calon pelanggan. Konsumen pun akan memberi kepercayaan penuh atas ketelatenan dalam melakukan pendataan terhadap setiap anakan / burung murai muda yang dijual. Demikian permsalahan permasalahn pada burung murai batu. Semoga bermanfaat dan salam sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *