Cara Ternak Murai Batu Bagi Pemula
artikel

Cara Ternak Murai Batu Bagi Pemula

Memelihara burung sudah menjadi hobby sebagian orang termasuk para kicau mania. Namun, jika hanya sekedar hobby dan diperlombakan dirasa akan rugi, karena beternak burung bisa menjadi bisnis yang menjanjikan, ladang keuntungan dan uang jika berhasil. Banyak kicau mania yang masuk ke ranah peternakan burung. Salah satu burung yang sangat menjanjikan untuk diternak adalah murai batu. Rajanya burung kicau di Indonesia ini bisa dibandrol dengan harga 2-3 juta rupiah per-ekor tergantung dari kualitas indukannya. Sedangkan jika sudah pernah mengikuti lomba atau kontes dan menang, Murai Batu bisa dihargai ratusan juta rupiah.

Jika anda ingin beternak murai batu haruslah memenuhi 4 syarat berikut ini yakni sabar, ulat, teliti dan juga terampil. Karena beternak murai batu memiliki beberapa tahanpan penting yang harus anda pahami sebelum memulai. Habitat asli Murai Batu adalah di Benua Asia meliputi Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Keistimawaan burung ini adalah warna bulu dan ekornya yang lentik menawan. Murai Batu yang banyak dicari yang berasal dari hutan Sumatera (Murai Medan, Murai Lampung, Murai Aceh). Sedangkan, Murai dari Kalimantan kurang diminati dan harganya jauh dibawah murai yang berasal dari Sumatera.

Apa saja yang harus diketahui sebelum beternak Murai Batu bagi peternak pemula akan kita bahas sebagai berikut:

  1. Lokasi Kandang Ternak Murai

Penempatan kandang sangat berkaitan dengan keberhasilan dalam beternak. Penempatan yang salah akan menyebabkan Murai Batu tidak mau bertelur. Secara umum lokasi penangkaran Murai Batu berada diluar atau sekitar rumah, seperti disamping rumah, atau pekarangan. Namun, hal lain yang harus diperhatikan bagi peternak pemula pastikan tempat yang dijadikan kandang memiliki suasana yang cukup tenang dan tidak ada gangguan. Lokasi kandang juga harus aman dari hewan liar atau bahkan pencuri.

  1. Ukuran Kandang Ternak Murai
  • Persiapkan kandang dengan ukuran kandang minimal berukuran P 90 cm L 90 cm dan T 180 cm atau sesuai dengan keinginan anda.
  • Untuk bentuk kandang yang baik haruslah memiliki dasar tanah, bisa juga dengan pasir yang dicampur dengan kapur untuk mengontrol keasaman kotoran Burung Murai Batu. Keasaman ini dapat menyebabkan kandang ternak murai menjadi lembab, kandang yang lembab akan memicu jamur dan penyakit lainnya.
  • Kandang harus disekat dengan tembok, triplek atau alat sekat lainnya agar suhu kandang tetap terjaga dan juga tidak terganggu oleh hewan lain seperti tikus atau burung lain.
  • Kandang juga berada ditempat terbuka agar memperolah angin dan sinar matahari yang cukup untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan Burung Murai Batu, namun tetap aman dan tidak terkena air hujan.
  • Akan lebih baik jika ada sirkulasi air karena dengan itu Murai Batu akan merasa nyaman seperti di alam bebas.
  • Sediakan juga kandang untuk bertelur, upayakan untuk menyediakan 2-3 model agar Murai Batu bisa memilih sendiri tempatnya bertelur.
  • Untuk menjaga agar suhu tubuh Murai Batu saat musim hujan siapkan lampu dengan ukuran 5-10 Watt yang juga berfungsi sebagai penerangan di malam hari.
  1. Peralatan Yang Mendukung
  • Tenggeran, posisikan tenggeran ditempat yang tepat dan tidak mengganggu aktifitas Murai Batu. Tenggeran yang digunakan untuk kawin sebaiknya tidak sembarangan. Ukuran, jenis dan penempatan harus diperhatikan dengan benar. Anda bisa menggunakan kayu dengan diameter 0,15 -0,2 cm.
  • Tempat bersarang/bertelur, Anda bisa menggunakan baskom bekas, kuali bekas, anyaman bambu atau tempat nasi. Namun, anyaman bambu akan lebih membuat Murai Batu nyaman karena lebih sejuk untuk bertelur dan mengeram.
  • Tempat makan, minum dan mandi, pastik untuk menjaga kebersihan tempat makan, minum dan mandi Murai Batu. Jangan sampai tercampur dengan bahan kimia serta peletakannya terlihat oleh Murai Batu.
  1. Persiapan Indukan Burung Murai Batu (Jantan dan Betina)

Persiapan Indukan ini sangatlah penting. Indukan yang berkualitas akan menentukan hasil juga. Berikut ini ciri-ciri Murai Batu jantan dan betina yang harus dimiliki sebagai indukan.

  • Jantan
  1. Jinak dan tidak takut ketika didekati oleh manusia
  2. Usia Burung Murai Batu jantan lebih dari 2 tahun
  3. Aktif dan banyak bergerak
  4. Dalam keadaan sehat dan bulu tidak kusam
  5. Nafsu makan tinggi
  6. Postur tubuh bagus
  7. Memiliki ekor yang cukup panjang
  • Betina
  1. Aktif dan lincah, tidak pasif
  2. Usia lebih dari 1 tahun
  3. Sehat, tidak cacat dan tidak stres
  4. Postur ideal tidak gemuk dan tidak kurus
  5. Nafsu makan bagus, makan banyak berupa extra fooding atau voer
  6. Jinak tidak takut dengan manusia

 

  1. Menjaga Kebersihan Kandang

Kebersihan menjadi faktor penting keberhasilan dalam beternak Murai Batu, karena kebersihan meminimalisir tumbuhnya penyakit. Burung nyaman dan terhindar dari stres, karena stres adalah faktor utama penyebab panyakit dalam Burung Murai Batu.

  • Buang dan bersihkan kotoran Burung Murai Batu setiap hari
  • Seminggu sekali bersihkan kandang Burung Murai Batu secara keseluruhan
  • Bersihkan juga tenggeran minimal 3 hari sekali
  • Tidak lupa tempat makan, minum dan tempat mandi harus dibersihkan dan diganti setiap hari
  1. Pemberian Pakan Ternak Murai Batu

Burung Murai Batu membutuhkan nutrisi yang cukup untuk berkembang biak. Untuk mencukupi kebutuhan pakannya Anda perlu memberikan pakan ternak murai batu yang fresh dan bervariasi. Pemberian Vitamin juga sangat diperlukan, Anda bisa memberikan B6 dengan takaran 5-8 tetes Biojanna 6/100ml air minum/air mandinya, diberikan tiap hari dan diganti setiap pagi.

Pakan bisa berupa pakan alami atau pakan buatan atau bisa dicampur keduanya. Extra Fooding juga dirasa perlu untuk menunjang dan meningkatkan pertumbuhan dan kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit. EF bisa berupa cacing, jangkrik, ulat hongkong, orong-orong atau belalang.

Dalam sehari Burung Murai Batu membutuhkan kurang lebih air sebanyak 4-5 kali jumlah pakannya, pastikan anda menyediakan air bersih agar burung anda tidak mengalami dehidrasi. Untuk meminimalisir parasit yang bisa menyerang tubuh Burung Murai Batu, sebaiknya memberikan air yang sudah matang atau air yang biasa Anda konsumsi setiap hari.

Murai batu adalah burung karnivora, dihabitatnya murai batu memakan serangga seperti semut rangrang dan juga ulat. Kroto atau telur semut rangrang menjadi makanan favorit bagi burung murai batu. Meskipun sedikit mahal namun kroto mengandung gizi yang tinggi yang baik bagi Murai Batu. Voer khusus burung juga bisa diberikan sebagai pakan. Voer banyak dijual dipasaran dengan harga yang lebih murah dan lebih praktis saat diberikan untuk pakan.

 

Semoga Bermanfaat 🙂

 

Info Produk : 0857 2852 4744 (Call / sms / WA)
Order Service : 0813 2814 1084 (Call / sms / WA)

Cara Pemesanan via SMS atau WA

Ketik : nama lengkap#Alamat Surat#item Produk#jumlah produk#bank transfer

Kirim ke nomor : 0813 2814 1084

====== Kriiiing … Hallo Dok!!!======
Kosultasikan permasalahan burung kicau dan breeding anda dengan solusi TEPAT & AMAN
Bersama Konsultan Ahli B6
Dr. drh. Budi Puwo Widiarso, M.P
Call / sms / WA : 0812 1584 8964

 

Pencarian dari Google:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *